Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) terus bergerak cepat mengamankan momentum pertumbuhan daerah. Langkah ini ditegaskan melalui kunjungan koordinasi strategis yang dilakukan oleh Bupati bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur ke Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) di Jakarta.
Pertemuan ini membawa dua misi utama yang saling bertautan: memperkuat benteng stabilitas keamanan wilayah perbatasan dan meletakkan batu pertama bagi cetak biru (blueprint) pembangunan sekolah tinggi vokasi di Halmahera Timur.
Menjaga Stabilitas di Tengah Geliat Ekonomi Secara geografis, Halmahera Timur memegang peranan krusial sebagai salah satu wilayah beranda negara di Maluku Utara. Di sisi lain, daerah ini juga sedang menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru lewat berbagai aktivitas investasi skala besar.
Menyikapi dinamika tersebut, Bupati Halmahera Timur menegaskan bahwa aspek pertahanan tidak boleh lepas dari laju pembangunan ekonomi. Diperlukan atensi kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan seluruh objek vital dan masyarakat berada dalam kondisi aman.
“Kami berharap melalui penguatan sinergitas dengan Kemenhan RI, situasi di Halmahera Timur tetap terjaga kondusif. Keamanan adalah fondasi utama. Tanpa stabilitas yang kokoh, keberlanjutan pembangunan dan kenyamanan masyarakat akan sulit tercapai,” jelas Bupati.
Tak hanya bicara soal pertahanan fisik, pertemuan tersebut juga membahas strategi "pertahanan ekonomi" melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Rencana pendirian sekolah tinggi vokasi menjadi agenda prioritas yang disorot dalam diskusi tersebut.
Langkah ini dirancang sebagai jawaban langsung atas kebutuhan tenaga kerja lokal yang kompeten di sektor-sektor penopang Haltim, mulai dari industri pengolahan, pertambangan, hingga perikanan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur menambahkan, pendidikan vokasi akan menjadi jembatan penghubung (link and match) antara potensi pemuda daerah dengan kebutuhan riil dunia industri modern.
“Visi kami adalah menciptakan generasi muda Halmahera Timur yang tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan menjadi penggerak utama yang siap kerja dan berdaya saing global. Pendidikan vokasi inilah kuncinya,” pungkah Sekda.
Melalui koordinasi intensif ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap Kemenhan RI dan pemerintah pusat dapat memberikan dukungan konkret. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan kebijakan strategis yang mampu mengawinkan ketahanan wilayah dengan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.