Wabup Halmahera Timur Resmikan Revitalisasi TK Pucuk Cemara Desa Nyaolako

Wabup Halmahera Timur Resmikan Revitalisasi TK Pucuk Cemara Desa Nyaolako
Sumber: Humas Pemerintah Kabupaten Haltim

HALMAHERA TIMUR – Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher meresmikan hasil revitalisasi TK Pucuk Cemara Desa Nyaolako, Jumat (16/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wabup didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur Jamal Esa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga pendidik serta masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Anjas Taher menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan anak tidak hanya bergantung pada tersedianya bangunan sekolah yang layak, tetapi juga membutuhkan peran aktif guru, orang tua, pemerintah desa dan lingkungan masyarakat.


Menurut Anjas, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter seorang anak sejak usia dini. Karena itu, keberadaan fasilitas pendidikan yang telah direvitalisasi harus diikuti dengan penciptaan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.


“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan putih dan suci. Yang kemudian membentuk anak itu adalah lingkungan. Karena itu, tidak hanya peran guru-guru, tetapi peran masyarakat setempat juga menjadi penting,” kata Anjas dalam sambutannya.


Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Nyaolako yang dinilainya telah menunjukkan perhatian terhadap penciptaan lingkungan yang ramah bagi anak, termasuk melalui upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap kawasan bebas asap rokok.


Menurutnya, kebijakan dan kebiasaan positif tersebut dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan desa ramah anak serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Halmahera Timur.


“Kalau tradisi yang baik ini terus dijaga, bahkan dituangkan dalam Peraturan Desa, maka bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lain. Salah satu ciri desa ramah anak adalah lingkungan yang bebas dari asap rokok,” ujarnya.


Anjas juga meminta tenaga pendidik terus melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, pola pendidikan anak saat ini telah mengalami perubahan besar dibandingkan beberapa dekade sebelumnya sehingga guru dituntut mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman.


Ia menilai kreativitas dan improvisasi guru sangat dibutuhkan agar anak-anak merasa senang, bersemangat mengikuti pembelajaran serta lebih mudah mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dari materi yang diberikan.


“Guru-guru memiliki pengalaman masing-masing dan punya improvisasi masing-masing. Itu bisa diterapkan kepada anak-anak. Yang penting, dengan pola dan terobosan itu anak-anak bergairah untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan serta pemahaman yang lebih baik,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyoroti perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang menjadi tantangan baru dalam mendidik anak.


Menurut Anjas, penggunaan telepon pintar pada anak tidak semestinya hanya dilarang. Orang tua dan guru justru perlu memberikan edukasi, pendampingan serta mengatur waktu penggunaannya agar teknologi dapat memberikan manfaat bagi proses belajar.


“Anak-anak tidak bisa juga terus dilarang memegang handphone, tetapi harus diberikan waktu dan diatur. Kalau diberikan berlebihan juga salah. Jadi tinggal bagaimana kita mengaturnya,” jelasnya.


Ia mengatakan perkembangan teknologi juga membuka akses pengetahuan yang sangat luas bagi anak-anak. Karena itu, kemampuan mereka dalam menyerap informasi perlu diarahkan secara tepat agar teknologi dapat menjadi sarana pendidikan, bukan sebaliknya memberikan dampak negatif.


“Kadang-kadang ada hal atau inovasi baru yang kita sendiri belum tahu, justru anak-anak sudah mengetahui karena mereka membaca atau melihatnya melalui internet. Jadi yang paling penting adalah bagaimana cara kita mengedukasi dan mendidik mereka,” tambahnya.


Anjas juga menegaskan kebanggaan seorang guru tidak hanya terletak pada proses mengajar, tetapi ketika anak-anak yang pernah dididiknya mampu berkembang, berprestasi dan berhasil pada jenjang pendidikan maupun kehidupan selanjutnya.


Menurutnya, pendidikan sejak jenjang TK merupakan fondasi penting dalam melahirkan generasi Halmahera Timur yang berkualitas.


“Menjadi satu kebanggaan ketika bapak dan ibu yang mengajar di TK, kemudian suatu saat anak-anak itu menjadi juara di SD, SMP, SMA, bahkan sampai perguruan tinggi, menjadi kepala desa maupun kepala daerah. Itu adalah kebanggaan bagi seorang guru,” ungkapnya.


Terkait program revitalisasi sekolah, Anjas meminta pemerintah desa berperan aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak sekolah serta Dinas Pendidikan. Hal tersebut penting agar kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang masih belum memadai dapat segera diinventarisasi dan diusulkan.


Ia juga meminta pemerintah kecamatan mendorong kepala desa untuk mendukung percepatan program revitalisasi pada sekolah-sekolah yang masih membutuhkan peningkatan fasilitas.


“Kepala desa harus aktif melakukan komunikasi. Kalau masih ada TK maupun SD yang belum mendapatkan revitalisasi, segera dikoordinasikan dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan agar dapat diproses dalam usulan masing-masing,” tegasnya.


Menutup sambutannya, Anjas Taher atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang terus menjalankan tugas dan pengabdian dalam mencerdaskan generasi daerah.


“Atas nama pemerintah daerah, saya bersama Pak Bupati menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang terus menjalankan tugas. Jangan bosan-bosan mengabdi, dan niatkan pengabdian dalam mendidik anak-anak ini sebagai bagian dari ibadah,” tutup Anjas.


Peresmian hasil revitalisasi TK Pucuk Cemara Desa Nyaolako diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak dan nyaman, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, orang tua dan masyarakat dalam membangun pendidikan anak usia dini di Halmahera Timur.