HALMAHERA TIMUR – Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, S.E., M.Si., mendorong penguatan koordinasi lintas instansi dan penyusunan peta terpadu untuk mendukung penataan kawasan transmigrasi Patlean, Kecamatan Maba Utara.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tantangan Agraria di Kawasan Transmigrasi Patlean yang dilaksanakan Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) di Ruang Rapat Bupati, Maba, Selasa (14/10/2026).
Dalam sambutannya, Anjas menyampaikan bahwa penataan kawasan transmigrasi memerlukan kajian menyeluruh, terutama terkait kejelasan status lahan, batas wilayah, serta pemenuhan hak atas lahan bagi masyarakat transmigrasi.
Ia meminta agar dokumen pencadangan areal yang diterbitkan pada masa pemerintahan sebelumnya ditelusuri kembali sebagai dasar untuk memastikan peruntukan lahan di setiap satuan permukiman (SP).
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi kawasan, termasuk batas lahan yang berada di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan.
Anjas juga menekankan pentingnya penyusunan peta terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, Kantor Pertanahan, instansi kehutanan, serta pihak terkait lainnya. Melalui pemetaan bersama, berbagai persoalan agraria di kawasan Patlean diharapkan dapat diidentifikasi secara lebih terarah dan menjadi dasar dalam merumuskan langkah penyelesaian.
Selain aspek pertanahan, Wakil Bupati berharap kajian Tim Ekspedisi Patriot UGM dapat menghasilkan rekomendasi bagi pengembangan potensi ekonomi masyarakat Maba Utara.
Menurutnya, kawasan Patlean memiliki potensi di sektor pertanian dan kelautan yang perlu dikembangkan sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat. Dukungan infrastruktur, seperti jaringan listrik, irigasi, dan akses jalan, juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Karena itu, ia meminta agar kajian kesesuaian lahan dilakukan secara terperinci untuk menentukan sektor dan komoditas yang tepat, sehingga pengembangan kawasan dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan.
Kegiatan FGD tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Transmigrasi, perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Halmahera Timur, Camat Maba Utara, perwakilan Kepala Desa Maba Utara serta Tim Ekspedisi Patriot UGM. Forum ini menjadi ruang koordinasi dan pertukaran untuk mengidentifikasi tantangan agraria sekaligus merumuskan rekomendasi pengembangan kawasan transmigrasi Patlean.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat penataan kawasan transmigrasi, meningkatkan kepastian status lahan, serta mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat di Kecamatan Maba Utara.
Melalui sinergi antara pemerintah, instansi teknis, dan tim peneliti, penataan kawasan Patlean diharapkan semakin terarah dan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Halmahera Timur.